Dan saya menulis untuk berbagi.. Untuk menjadi abadi, juga menunjukan eksistensi bahwa saya pernah ada di bumi ini..
Showing posts with label Curhatan Galau. Show all posts
Showing posts with label Curhatan Galau. Show all posts

Tuesday, July 15, 2008

Kebersamaan..

Pernah iri sama seseorang?

Dia cantik, baik hati, kaya raya.. ayahnya direksi hotel bintang 5 yang terkenal di Jakarta, ibunya sederhana ngga kayak nyonya-nyonya tajir pada umumnya. Setahun yang lalu dia nikah sama cowo yang bukan cuma baik hati dan kaya raya.. tapi juga bagus agamanya.. sekarang mereka udah dikaruniai seorang bayi yang cantik.. beberapa minggu yang lalu mereka pindah ke apartemen baru mereka yang menurut gw sangat mewah..

Minggu kemarin dia sms gw.. “apa khabar Tan, udah lama ngga ketemu.. kangen! Kapan bisa ketemuan..?”
Tetapi bukan dia.

Bukan sama dia gw iri.. bahkan gw ngga punya nyali buat sekedar memimpikan kebahagiaan sesempurna itu..

Hari ini gw iri sama ibu tukang warung depan rumah gw.. suaminya cuma buruh bangunan kasar, anaknya 2 laki-laki.. masih kecil-kecil. Tadi sore yang paling kecil jerit-jerit minta dibeliin baso yang lewat depan rumah.. ibunya nolak beliin karena dia bilang ngga punya uang. Kebetulan pas anaknya nangis, suaminya yang buruh itu pulang.. dan langsung beliin si anak baso 1 mangkok. Lalu mereka duduk bareng nemenin si kecil makan dengan puasnya.. sambil senyum bahagia.. hangat! Menyenangkan..

Ya Tuhan.. betapa gw iri..

Kemiskinan sama sekali ngga menghalangi kebersamaan mereka.. bahkan kehangat yang mereka rasain nular sampai ke dalam hati gw! Sepertinya mereka sangat mensyukuri apa yang mereka miliki..

Ternyata.. kebersamaan sama sekali ngga bisa ditukar dengan materi apapun! Sekuat apapun gw.. setangguh apapun..gw tetep ngga bisa sendiri.. doa gw.. tawakal gw.. kepasrahan gw.. ngga mengurangi sedikitpun kekeraskepalaan didalam diri gw.. ternyata gw memang cuma manusia biasa yang ngga kebal dari rasa sakit! Mudah-mudahan keegoisan yang gw rasain sekarang ngga terus larut dalam diri gw.. karena jujur, kadang gw ngerasa ngga kuat!

Astaghfirullah.. 

Tuhan.. mudah-mudahan gw bisa menjaga hati dari godaan apapun.. mudah-mudahan jalan yang gw pilih ngga salah, dan semua ini ngga jadi sia-sia.. karena gw bener-bener berharap ”kamu bisa bawa aku ke surga”.
Seperti tujuan awal gw menikah. Mencari ridho Allah.

Dini hari – 15 Juli 2008 
”Dingin.. malam ini sendiri, cuma ditemani sikecilku yang aku nanti kehadirannya dengan segenap hati dan cinta yang amat sangat.. Bunda sayang kamu! Sangat..”

Saturday, December 29, 2007

It’s Just About Time..

Kemarin.. kulihat awan membentuk wajahmu
Desau angin meniupkan namamu
Tubuhku terpaku
Semalam.. bulan sabit melengkungkan senyummu
Tabur bintang serupa kilau auramu
Akupun sadari kusegera berlari..

Malam ini seperti biasa.. sendiri! Tapi aku tidak sepi.. hanya sendiri dan merindukan kamu! Kamu.. disana.. juga sendiri dan memimpikan aku! Mungkin memang jalan seperti ini yang diberikan Tuhan.. aku paham. Seperti pemahamanku sebelumnya.. Tuhan menciptakan sesuatu bukan tanpa alasan. Tuhan mentakdirkan sesuatu bukan tanpa sebab.

Aku mencintai kamu tidak berbatas jarak, ruang dan waktu. Aku mencintai kamu sekarang dan selamanya.. apa adanya! Mimpi-mimpi aku untuk bersama kamu.. bukan tidak mungkin, it’s just about time! Pasti ada jalan menuju kesana.. aku percaya!

It’s just about time..

Cepat pulang cepat kembali jangan pergi lagi
Firasat kuingin kau ’tuk cepat pulang
Cepat kembali jangan pergi lagi..

Tapi terkadang kodrati aku sebagai manusia dengan tingkat keegoisan yang cukup tinggi membuat aku berteriak.. memberontak.. mematahkan konsepku tentang cinta yang tidak sama dengan egois. Lalu aku kembali menjadi manusia purba dengan intelektualitas paling rendah yang tidak memikirkan segala sesuatunya dari berbagai sisi..

Tapi aku hanya ingin berteriak.
Aku ingin bersama kamu. Apupun yang terjadi, apapun kondisinya.

Tapi kemudian aku kembali sadar, back to reality..

Akhirnya.. bagai sungai yang mendamba samudra
Ku tau pasti kemana kan ku bermuara semoga ada waktu
Sayangku.. ku percaya alampun berbahasa
Ada makna di balik semua pertanda
Firasat ini rasa rindukah ataukah tanda bahaya
Aku tak peduli ku terus berlari

Sementara aku terus merajut mimpi-mimpiku yang aku yakin akan semakin bermakna bila aku menjalaninya bersama kamu..
Aku yakin..
Aku jatuh cinta..

Tapi terkadang cinta itu buta.. bila iya.. maka aku tidak mau menjadi tidak buta. Karena aku bahagia jatuh cinta kepada kamu..

Terkadang cinta itu menyakitkan.. butuh banyak pengorbanan. Bukan hanya raga, tapi juga airmata dan perasaan. Apalagi menggabungkan dua pribadi dengan tingkat kecerdasan dan egoisme yang sama-sama superior. Diatas segalanya. Maka bukan hanya cacian dan makian..

Tetapi sejauh aku punya landasan.. maka aku akan tau kemana aku harus mendarat. Sejauh apapun aku terbang.

Kamu disana punya mimpi..
Aku disini juga punya mimpi..
Aku punya sejuta..
Mungkin akan jadi sempurna bila mimpi aku dan kamu menjadi satu.

Dan kita punya cinta!

It’s just about time..

I believe!

Cepat pulang cepat kembali jangan pergi lagi
Firasat kuingin kau ’tuk cepat pulang
Cepat kembali jangan pergi lagi..

Sunday, August 19, 2007

Ingin Terbang

Aku memang ingin terbang. Seperti kata kamu. Padahal aku tau aku tak akan bisa. Dan aku juga takut ketinggian. Tapi aku tetap bermimpi ingin terbang. Atau mungkin aku hanya merindukan kamu. Dan aku mencintai kamu. Aku sangat mencintai kamu.

Aku selalu mencoba menjadi realistis. Tapi keegoisan menguasai diri, mengerogoti jiwa dan pikiran dan bergelayut manja didasar hati. Aku cuma ingin sama kamu.

Mendengar hembusan nafas kamu tiap detik disetiap hari aku.
Melihat jejak kaki kamu tiap inchi disetiap langkah aku.
Mencium aroma jiwa kamu tiap saat disetiap nafas aku.
 
Jangan salahkan aku. Aku hanya terlalu menginginkan kamu.

Monday, August 6, 2007

Gift Sent from Above..

Percaya sama keajaiban? I do.. tepatnya setelah gw ketemu dia.. Was? Jangankan keajaiban.. even before i didn't believe that love was exist.. at least for me!

Tapi semuanya berubah ketika gw ketemu dia.. semuanya yang serba cepat serba instan dan yang tadinya gw pikir ngga mungkin seketika menjadi mungkin. Termasuk kebetulan-kebetulan yang terjadi yang mempertemukan gw sama dia..

Gw jatuh cinta? YUP!! Definitely.. 100%

Dia yang membuat gw bisa mendefinisikan semua mimpi-mimpi gw.. sejuta mimpi gw yang membuat gw tersesat didalamnya.. yang ternyata sebenarnya harus dimulai dengan mewujudkan satu mimpi yang akan mengawali sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan mimpi gw yang lain.. satu mimpi itu adalah menemukan seseorang yang tepat diwaktu yang tepat.. menemukan dia!

Mungkin semua diawali dari kekosongan hati.. gw.. dan juga dia! Saat merasa sepi.. saat merasa sendiri dan ada celah kosong di hati gw yang harus diisi dengan sesuatu.. seseorang..

I found him! Dan saat gw memastikan diri gw.. gw percaya.. he’s the one!

Mungkin ngga masuk akal.. secepat itu! Gw pun berpikir begitu pada awalnya.. tapi saat gw menjalani.. semuanya lebih dari masuk akal. You know what? I believe.. he’s a gift.. special gift that sent from above.. for me!

Dia yang bisa membuat gw merubah cara pandangan hidup gw.. bahwa untuk menikmati hidup itu harus dilihat dari berbagai sisi.. membuat gw jadi bisa lebih mensyukuri apa yang udah gw punya. Bukan cuma menyesali apalagi memaki rizki yang udah gw pegang.

Dia yang membuat gw bisa lebih meredam emosi gw.. keegoisan gw.. belajar untuk memaafkan.. dan menerima keadaan yang udah terjadi dengan ketulusan dan kelapangan hati.

Dia yang membuat gw jadi lebih berani menghadapi semua ketakutan-ketakutan gw.

Membuat gw lebih mandiri.

Membuat gw merasa berharga.. merasa dibutuhkan dan merasa dicintai.

PS : Mohammad Reza Rizki Batubara.. Thanks God for having you in my life. Cinta kamu membuat aku merasa lebih berarti.. Aku cinta kamu! Kamu nafas aku yang membuat aku merasa hidup sampai detik ini..

Friday, July 13, 2007

Pre-Marital Medical Check Up

Di pagi yang agak kesiangan ini, gw sedikit tertampar sama artikel kesehatan keluarga di kompas.. judulnya "Sehat Sebelum Menikah". Bukannya gw ragu sama kesehatan gw sendiri, tapi gw sadar pola hidup gw yang beresiko besar yang membawa gw kearah “penyakit-penyakit” itu.

TORCH a.k.a toksoplasmosis, rubella, citomegalivirus sama herpes memang udah jadi monster yang paling menakutkan buat gw dari dulu. Dan sekarang saat gw punya rencana buat married virus-virus itu menjelma menjadi super monster diotak gw. Because so god damned viruses itu pembawanya adalah binatang-binatang yang selama ini akrab sama gw.. salah satunya KUCING!

Memang virus-virus itu ngga berpengaruh sama gw, tapi amat sangat berpengaruh buat anak-anak gw nantinya. Entah itu cacat otak, hydrocephalus atau cacat-cacat yang lainnya. I just can’t imagine!!

Jalan satu-satunya ya memang harus pre-marital medical check up! The big question.. can I face it if I really have those god damned viruses in my body? Yup.. mungkin gw bisa.. I think I can through it.. yang gw ngga bisa mungkin menerima reaksi buruk dari calon suami gw kalo ternyata gw beneran pengidap. Another big question.. “Apa kamu masih mau jalanin semua itu sama aku? Apa kamu mau nemenin aku mengatasi semua masalah yang aku hadapin itu? Apa cinta kamu sebesar itu sama aku?”

Because i do!! Cinta gw sebesar itu!! Prepare for the worst case.. even when doctor said he have cancer or something.. or even AIDS [or even infertile]!! Gw akan menjalani semuanya dengan ikhlas sama dia.. menghadapi semuanya bersama.. seek the problems and solve it! Karena gw udah berjanji sama diri gw sendiri.. saat gw mencintai seseorang, gw akan mencintai dia secara utuh.. dengan segala kelebihan dan kekurangan dia. Gw mencintai dia bukan karena sesuatu.. gw mencintai dia karena gw mau mencintai dia. Apa adanya.

Still. I’m worried about myself. From losing you.

Friday, June 15, 2007

Shock Therapy

Kemarin malem pulang kantor [mampir indomaret trus ngeliat ATM BCA kosong tanpa antrian], gw tergoda buat sekali-sekali bayarin nyokap gw tagihan Indovision!! Salahnya gw, bukannya ngecek dulu saldo gw tinggal berapa.. tapi yang gw lakuin malahan langsung bayar aja!! Dan you know what?? ANJJJ*%#@GG!! Ternyata setelah gw bayar tu tagihan, tabungan gw jadi tinggal 390 ribu perak!! Padahal tanggal gajian masih jauh diawang2 sana.. what should I do? 10 hari kayanya bukan waktu yang sebentar buat jatuh miskin sesaat. Gw jadi flashback.. ngapain aja selama 20 hari kemarin sampe2 gw jadi kere begini selain buat bayar pajak-mobil-yang-kurang-ajar-nyolotin-makin-mahal-aja-dan-gw-udah-terlanjur-janji-buat-bayar-sendiri-jadi-salah-gw-kan-sok-tajir? [satu tarikan nafas tanpa sela, really!].

Sampe dirumah, bukannya mandi.. gw malah mencoba buat merenung lagi dikamar gw nan sejuk! Sebenernya gw dosa apa sampe kena kutukan ngga bisa nabung dan jauh banget dari kata hemat pangkal kaya.. dan herannya gw sering ngga sadar udah ngeluarin uang buat hal2 yang sebenernya masih bisa gw tunda! [such as: beli buku2 yang konon katanya bisa nambah wawasan + kosakata gw]

Gw resmi jadi sarjana – yang menurut gw ngga terlalu penting – bulan Mei 2005.. dari gw lulus, belum pernah sedetikpun gw jobless tanpa pemasukan [for that I thank God] itu artinya udah hampir 2 tahun gw jadi pekerja. Artinya juga, well at least gw punya tabungan 10 x gajilah! [which is 10 x gaji fresh graduate = lumayan juga buat jalan2 ke Bali-Lombok] Tapiiiiiiiii.. boro2 Bali-Lombok, bulan kemarin buat makan di Poke Sushi aja gw masih ngutang sama temen gw yang super baik hati itu!!

Jadi? Apa solusi buat gw? Jelas, gw ngga bisa kalo gw cuma nabung dalam bentuk uang dimana pada suatu hari yang cerah gw bakalan tergoda buat memanfaatkan uang yang dengan cucuran darah, keringat dan air mata itu berusaha gw kumpulin. Jelas juga, gw ngga bisa menghindari bisikan setan buat beli banyak-buku2-yang-menurut-gw-masih-penting-terserah-apa-kata-lo-gw-ngga-peduli. Lebih jelas lagi, gw bakalan masih jauh dari kalimat “Get Married” kalo 2-3 tahun kedepan kelakuan gw masih kayak gini. Padahal impian buat jalan2 keliling dunia bareng suami – dimana tampangnya masih belum terdefinisi – dan anak2 gw udah memanggil-manggil dari alam bawah sadar gw.

Yaaa.. sudahlah darling! [I just say it to myself] nikmati “rizki”mu yang tinggal setetes demi setetes. Toh, masih banyak juga kan yang nasibnya lebih “siyal” dari gw. Kayanya gw juga jangan mikir terlalu jauh kedepan, pikirin aja dulu gimana caranya besok pagi ngomong sama mamah cash bon buat beli bensin seminggu kedepan. Hikz!!

Gue-yang-lagi-jatuh-miskin-tapi-tetep-pingin-makan-eskrim

Tuesday, April 17, 2007

..and for What He Did!!

Terkadang apa yang kita lihat ada ternyata ngga ada dan terkadang apa yang kita lihat ngga ada ternyata ada. That’s life, darling! Ngga semua yang kita mau harus selalu menjadi kenyataan, dan terkadang justru sesuatu yang sama sekali ngga direncanakan justru datang dengan berjuta rasa didalamnya.
 
Tau ngga? Hidup itu dimulai saat kita bikin rencana.. siapa yang bilang? Kalo ngga salah siy John Lennon.. you know what? Ternyata pada saat dia mulai membuat rencana.. he got shot.. and died! Jadi, bukannya lebih baik kita ngga terlalu detail merencanakan apa yang harus terjadi dan apa yang ngga boleh terjadi sama hidup kita? The point is.. sebenernya gw berpikir mungkin kita akan lebih bisa merasakan hidup kalo kita bisa menikmati tiap detik hidup yang diberikan ke kita setiap hari dengan berjuta misterinya.
 
Tapi bukan berarti kita juga ngga punya tujuan hidup.. gw mungkin salah satu manusia yang punya planning jelas buat menentukan tujuan hidup gw, dan karena semua planning itu gw mulai merasa ‘sesak’. Gw akuin.. gw memang mulai terlalu kejam sama diri gw sendiri. Hari ini harus ini, besok begitu, lima tahun lagi begini. Aaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh.. gw lelah! Tapi mungkin gw begini karena gw merasa udah dewasa.. dan merasa harus mulai menata hidup gw sendiri!
 
Tujuan hidup gw.. apa ya? Sebenernya siy klise.. pingin sukses dan hidup bahagia lahir batin! Lulus kuliah? Udah.. kerja ditempat yang nyaman? Udah.. salary yang mencukupi? [siapa siy yang pernah merasa kalo gajinya udah bisa mencukupi?] ya.. tapi at least gw udah bisa lah bantu-bantu bayar tagihan Indovision sama telepon rumah.. hahahaha! Last planning but not least.. get married and have my own children!! Mom and Dad udah mulai bertanya-tanya.. juga semua keluarga besar gw yang ngga terlalu besar itu! Apa yang salah siy dengan seorang perempuan twenty something.. free, single and happy?? Gw ngga mau dilema dan problematik yang menurut gw ‘basi’ itu ‘nempel’ dan terus membayangi hari-hari gw nan cerah..
 
Siapa siy yang ngga mau nikah muda? Punya anak-anak yang lucu-lucu di usia yang ngga terlalu tua.. well, everybody dream about it.. banyak temen-temen gw atau kenalan-kenalan gw yang memang nikah muda. Tapi satu yang gw pertanyakan.. are they really happy? Belum tentukan? Yaa.. semua ada jalannya masing-masing buat menuju kebahagiaannya sendiri-sendiri! Dan semua orang berhak buat nentuin kebahagiaannya masing-masing itu.. including me!
 
Like what I said before.. mungkin semuanya akan lebih menyenangkan kalo gw tanpa planning yang terlalu mendetail. Salah satunya adalah masalah jodoh buat diri gw sendiri. Jujur, gw memang ngga 100% percaya sama yang namanya takdir.. segala sesuatunya harus melalui usaha kita terlebih dahulu! Tapi bukan berarti gw akan mati-matian mencari dan memaksakan diri..
 
Everybody come and go.. in my live. Some of them stay for a while or ‘lil bit longer than I thought. Tapi kalo ternyata selama ini belum ada yang bener-bener buat gw.. gw harus bilang apa? Yang satu kurang ini, yang lain kurang itu, yang ini begitu.. yang itu ngga seperti yang gw harapkan. Sometimes I feel life’s sucks! Tapi dari lubuk hati gw yang paling dalam gw tetap menikmati apa yang gw rasakan. Gw menikmati tiap detik waktu yang Tuhan perkenalkan buat gw. Termasuk dengan manusia-manusia yang ada didalamnya. Yang setia, yang unreachable, yang egois, yang bajingan, yang polos.. God created them with every detail for me to see how much He gave me lot of chance to pick one of them. Kalo ternyata sampai saat ini gw belum ‘dapet’ satu buat teman hidup gw.. it’s just about time!
 
And for what everything God did to my life.. I enjoy it!

Thursday, March 29, 2007

Love Sick.. Sick Because of Love! Love Needing.. But Un-Wanting.

Jatuh cinta. Everyone knows, everyone have been there. Either I. Sakit, patah hati, kecewa.. adalah beberapa suku kata yang kadang menyertai ‘jatuh cinta’. Siapa yang berani terbang.. harus berani buat terjatuh. Semakin tinggi lo terbang, maka jatuhnya juga semakin sakit. I’d touch the sky. Now I fell.. I’m sick! But still needing. Need to be loved. And also.. to fall in love, again!

Kemarin, salah seorang teman gw tersayang.. sedikit curhat. She just met someone.. adorable, quite cute and nice of course. Tapi dia bilang.. the guy doesn’t seems like what she dreams about! Amat sangat jauh berbeda dari apa yang dia khayalkan tentang cowo’ impian dia selama ini. Ngga mirip sama satu orang cowo’ yang udah bikin dia kecewa, patah hati dan merasa kehilangan yang amat sangat. So what? Kata gw.. as long as he’s nice and respect you! Darling, berarti lo udah buka kacamata kuda yang selama ini lo selalu pake. Like what I did!

Dimata gw sekarang, cowo’ yang akan gw jatuhi cinta ngga harus jago maen gitar, ngga harus suka naik gunung [tapi mencintai pantai.. still, is a must! hahahahaha] ngga harus rock addict, ngga harus penikmat seni, ngga harus sketch master, ngga harus.. bla bla bla.

Gw cuma merasa perlu.. jatuh cinta! No matter what..

And so do you..

Ngga adil mencintai seseorang karena dia mirip seseorang yang lain. Just fall in love because of him.. not because he’s just like him. Got the picture?

Say Alhamdulillah.. karena lo masih bisa ngerasain [lagi] jatuh cinta!

Gw lagi berusaha.. [to find the right one] buat gw ‘jatuhi’!

Thursday, January 25, 2007

Living Present

Salah satu cara buat menikmati hidup adalah berdamai dengan masa lalu. Sebenernya gw juga ngga terlalu paham gimana caranya. Yang bisa gw lakukan saat ini cuma berusaha ngga ‘denial’ sama apa yang terjadi, gw berusaha menikmati setiap detik waktu yang udah di anugrahkan Tuhan buat gw.

Sekarang gw udah kembali menjadi gw yang apa adanya, yang sebenar-benarnya dan ngga membohongi diri sendiri.


Gw merasa nyaman.. artinya itu pilihan gw..
Gw jatuh cinta.. ya gw jalani!
Gw terbang tinggi.. tapi gw harus sadar kalau tiba-tiba bisa aja gw terjatuh..
Gw patah hati.. gw udah siap dengan segala resikonya..

This is life..


Kadang gw tersakiti..
Tapi ngga jarang juga gw menyakiti!

Masa lalu bukan buat disesali, tapi buat dijadikan pelajaran berharga dalam hidup. Living present.. sekali lagi, LIVING PRESENT!! Sambil sekali-sekali bermimpi.. dan berusaha mewujudkan mimpi itu menjadi kenyataan.

Sunday, January 21, 2007

Too Much Love will Kill Me

“Too much love will kill you..” actually, too much love will kill me. Akhirnya gw bisa mengakui kata-kata yang tadinya ngga bisa gw terima dengan akal sehat. How come? Karena ternyata gw pernah “berada” disana. Gw bermimpi terbang jauh tinggi melampaui batas yang bisa gw capai, dan pada akhirnya gw jatuh tanpa gw sadar. Dan ketika terbangun, yang tersisa cuma rasa sakit.

Ok! Let’s forget ‘bout that. I even have a deal with my heart [and also with god]. Tapi [jujur] melupakan semuanya ngga semudah yang gw bayangkan.


Padahal dulu gw percaya, that love doesn’t exist! Saat itu gw berada jauh dari kata “sakit”. Tapi ketika kenyataan membangunkan gw dengan berjuta pernyataan cintanya, gw cuma bisa mengikuti. It does.. exist! Walau pada akhirnya, hal itu juga yang membuat gw menangis – and even worse – karena cinta dan “sakit”nya yang gw alami gw bisa kehilangan hati nurani dan menyakiti hati seseorang.


Gw jatuh cinta, mungkin bukan suatu hal yang aneh kalau pada akhirnya gw terjatuh – tapi gw tetap ngga mau terbangun dari mimpi buruk yang gw ciptakan sendiri. Gw masih berputar didalam lingkaran drama yang gw sendiri ngga tau gimana akhir ceritanya.


Gw membohongi hati gw sendiri.


Gw ulang sekali lagi..


Gw jatuh cinta, gw terjatuh. Lalu gw bukan cuma mulai membohongi diri gw sendiri. Dengan egoisme tingkat tinggi gw membohongi orang lain. Orang lain yang dengan kesadarannya mencintai gw apa adanya.


Gw bahkan lebih buruk dari seorang pelacur.


Harusnya dari awal gw mengakui kekalahan gw sendiri. Dan harusnya dari dulu gw akui sebelum semuanya berubah menjadi kebiasaan yang saat ini susah banget buat gw hilangkan. Tanpa gw sadar gw sendiri yang berubah, yang tadinya gw menganggap diri gw sebagai korban dari skenario tidak menyenangkan milik Tuhan [dan gw sempat marah] pada akhirnya gw menjelma menjadi penjahat yang mencoba buat mensabotase skenario itu. Gw tinggal menunggu karma yang pada suatu hari akan datang buat gw.


Yaa.. semuanya udah terlanjur terjadi. Yang harus gw lakukan sekarang cuma satu. Ambil keputusan. How to start to end it? Bukan hal yang mudah mengakhiri “kebiasaan” setelah bertahun-tahun berjalan. But I have to.. karena gw ngga mau terus menerus jadi penjahat yang berkedok sebagai korban. Mungkin akan gw lakukan hari ini. Atau besok. Atau besok lusa. Atau.. entah kapan sampai hati gw mulai bisa buat ngga terlalu egois.


Setelah itu, gw cuma berniat buat jatuh cinta lagi. Dengan orang lain. Entah siapa. Kapan dan dimana. Yang jelas saat itu gw yakin gw pasti jadi orang yang paling bahagia di seluruh dunia.


Hidup terlalu lama untuk cuma diisi sekali jatuh cinta. Believe me.. love does exist.

21 Januari 2007

Friday, January 5, 2007

Resolusi 2007

Tahun yang baru.. Resolusi yang baru juga? Hmm.. belum tentu. Tapi yang pasti kali ini sepertinya aku mulai bisa melangkahkan kaki dengan hati yang lebih ringan dan penuh warna. Meskipun tidak aku pungkiri, sampah-sampah masalah tahun lalu masih sedikit tersisa dan terkadang aku masih bisa merasakan busuknya. Sudah tidak terlalu bau memang, karena bahkan sekarang aku sudah tidak terlalu peduli.

Hidup memang seperti berjalan dikeramaian, kadang kita lihat kekanan.. atau kekiri. Terkadang kita juga melihat kebelakang. Tapi, mostly.. pastinya kita akan melihat kedepan. Kali ini aku akan berusaha untuk bisa memaafkan masa lalu yang memang tidak akan pernah bisa berada kembali dalam genggamanku. Aku akan berusaha berdamai dengan hati dan jiwaku sendiri. Kali ini aku tidak akan membiarkan mimpi-mimpiku berkeliaran bebas ke negri antah berantah yang aku sendiri tidak tau cara mencapainya. Tapi aku tetap dengan sejuta mimpi yang aku miliki. Hanya saja kali ini aku akan sedikit lebih realistis.

Manusia tanpa mimpi adalah hampa, aku akan tetap menjadi manusia yang penuh mimpi.. tapi kali ini aku akan secepatnya terbangun, pergi mandi.. lalu berusaha mewujudkan apa yang aku mimpikan menjadi nyata. Satu demi satu.

Penghabisan minggu pertama bulan Januari 2007

Tuesday, January 2, 2007

Kali Ini Sejuta Kenyataan yang Aku Miliki

Ini aku, masih dengan sejuta ocehan tentang mimpi-mimpiku. Mimpi-mimpi yang aku rasa bisa membuat aku gila. Hari ini aku bangun dengan kesadaran penuh kalau ternyata selama ini aku terlalu banyak hidup dialam mimpiku sendiri, dengan egoisme tingkat tinggi tanpa pernah memperbolehkan orang lain terlibat didalamnya.

Semakin aku sadar, ternyata selama ini aku hanya ingin bercerita tentang aku dengan sejuta mimpi yang aku miliki, bukan tentang aku dan segala kenyataan yang aku alami. Tapi kali ini aku mulai bisa berdamai dengan hati dan jiwaku. Aku mulai bisa menempatkan diriku dan membiarkannya terbang bebas bersama angin. Mengikuti arus dan menikmati eksistensiku sebagai manusia. Tentu saja manusia yang memiliki mimpi, entah kebetulan atau tidak, atau Tuhan memang sengaja menciptakan aku menjadi manusia yang memiliki mimpi setinggi langit.


Tapi hari ini aku tidak ingin bermimpi banyak, aku hanya memohon untuk sedikit melupakan apa yang pernah aku rasakan. Mungkin memang menyedihkan, menyadari bahwa aku tidak bisa menerima kenyataan yang sekarang sudah ada didalam genggamku. Aku hanya ingin melupakan. Bukan yang lain. Aku hanya ingin kembali menjalani kehidupan alam sadarku, yang kali ini setiap pagi aku nantikan dengan hati penuh bunga.
 

Kalau ternyata kali ini lagi-lagi aku diberikan hanya mimpi berlebihan disiang bolong, entahlah. Mungkin aku hanya bisa memaki, dalam hati. Atau aku menangis. Lagi-lagi, dan tanpa air mata.

2 Januari 2007